Iklan Atas

Dasar-Dasar ilmu sosial Makalah Interaksi Sosial FISIP

 KATA PENGANTAR

Alhamdullillahhirobil a’lamin,   segalah   puji   kita   panjatkan   kehadirat   AllahSWT  atas segala rahmat dan hidayah-Nya tercurahkan kepada kita yang tak terhinggaini,  sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjunan Nabi besar kita MuhammadSAW dan keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya sampai akhir zaman AminYa Robal Alamin.

Makalah Interaksi Sosial

Karena anugerah dan bimbingan-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini yang merupakan salah satu tugas dari mata Mata pelajaran Dasar dasar ilmu sosial tepat waktu. Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi saya khususnya dan kepada para pembaca umumnya.                            


Bekasi,28 November 2016


BAB I  

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Manusia senantiasa melakukan hubungan dan pengaruh timbal balik dengan manusia yang lain dalam rangka memenuhi kebutuhan dan mempertahankan kehidupannya. Bahkan, secara ekterm manusia akan mempunyai arti jika ada manusia yang lain tempat ia berinteraksi. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu vs individu. Individu vs kelompok. Kelompok vs kelompok dll. Contoh guru mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok. Interaksi sosial memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial dan Komunikasi Sosial.

Kontak sosial dapat berupa kontak primer dan kontak sekunder. Sedangkan komunikasi sosial dapat secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi sosial secara langsung apabila tanpa melalui perantara. Misalnya A dan B bercakap-cakap termasuk contoh Interaksi sosial secara langsung. Sedangkan kalau A titip salam ke C lewat B dan B meneruskan kembali ke A, ini termasuk contoh interaksi sosial tidak langsung.

Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi imitasi, sugesti, identifikasi, indenifikasi, simpati dan empati Imitasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor meniru orang lain. Contoh anak gadis yang meniru menggunakan jilbab sebagaimana ibunya memakai. Sugesti adalah interaksi sosial yang didasari oleh adanya pengaruh. Biasa terjadi dari yang tua ke yang muda, dokter ke pasien, guru ke murid atau yang kuat ke yang lemah. Atau bisa juga dipengaruhi karena iklan.

Indentifikasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor adanya individu yang mengindentikkan (menyadi sama) dengan pihak yang lain. Contoh menyamakan kebiasaan pemain sepakbola idolanya. Simpati adalah interaksi sosial yang didasari oleh foktor rasa tertarik atau kagum pada orang lain.

Empati adalah interaksi sosial yang disasari oleh faktor dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, lebih dari simpati. Contoh tindakan membantu korban bencana alam. Interaksi sosial mensyaratkan adanya kontak sosial dan komunikasi sosial. Kemudian membuat terjadinya proses sosial. Proses sosial dapat bersifat asosiatif dan disasosiatif Asosiatif meliputi akomodasi, difusi, asimilasi, akulturasi, kooperasi (kerjasama) (Intinya interaksi sosial yang baik-baik, kerjasama, rukun, harmonis, serasa dll).

Disasosiatif meliputi konflik, kontravensi dan kompetensi (Intinya interaksi sosial yang tidak baik, penuh persaingan, perang dingin, bertengkar dll). Contoh Bapak memukul anaknya karena tidak mendengarkan nasihatnya. Menyuruh pergi seorang pengemis dengan cara membentak.

B.Rumusan Masalah


  1. Apa pengertian interaksi social?
  2. Bagaimana ciri ciri dari interaksi social?
  3. Apa saja factor factor pendorong interaksi social?
  4. Apa saja syarat terjadinya interaksi social?
  5. Seperti apa aturan dalam interaksi social?
  6. Apa saja sumber informasi yang mendasari interaksi?

C. TUJUAN MAKALAH
Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk lebih memahami interkasi social secara lebih mendalam, sehingga kita semua dapat mengetahui pengertian interkasi social, teori apa yang dapat digunakan atau landasan interaksi social, apa saja ciri dari interaksi, apa saja factor pendorong interaksi, seperti apa aturan dalam interaksi social, apa saja sumber informasi yang mendasari interaksi serta apa saja syarat syarat terjadinya interaksi sosial

D. RUANG LINGKUP MAKALAH
Makalah ini mencangkup tentang macam macam teori interkasi, pengertian interaksi social, ciri interaksi social, factor pendorong terjadinya interaksi social, aturan dalam interaksi social, sumber informasi yang mendasari interaksi serta syarat interaksi sosial

BAB II
LANDASAN TEORI

A. TEORI PERBANDINGAN SOSIAL
Teori perbandingan sosial adalah proses saling mempengaruhi dalam interaksi sosial yang ditimbulkan karena adanya kebutuhan untuk menilai diri sendiri dengan membandingkan diri dengan orang lain.Permasalahannya adalah orang seperti apa yang dijadikan standar atau pembanding? Menurut Brigham (1991), pada umumnya yang dijadikan perbandingan adalah orang yang dinilai mempunyai kasamaan atribut dengannya, misalnya sama dalam hal usia, jenis kelamin, sikap, emosi, pendapat, kemampuan atau pengalaman. Melalui perbandingan tersebut, seseorang akan memperoleh persamaan dan keunikan diri. Oleh karena itu, melalui perbandingan sosial, orang tidak hanya mendapatkan penilaian diri saja tetapi juga dapat mengembangkan pribadinya.

B. TEORI INFERENSI KORESPONDENSI
Teori inferensi korespondensi adalah jika tingkah laku individu berhubungan dengan sikap atau karakteristik seseorang, berarti seorang individu dapat melihat individu lain berdasarkan sikap dan karakteristik individu yang di lihatnya.

C. TEORI ATRIBUSI EKSTERNAL
Teori atribusi eksternal adalah teori yang membahas tentang prilaku seseorang. Apakah itu di sebabkan karena faktor internal, misalnya sifat, karakter, sikap, dan sebagainya. Atau karena faktor eksternal, misalnya tekanan situasi atau keadaan tertentu yang memaksa seseorang melakukan perbuatan tertentu. Sehingga pengamat dapat mengambil kesimpulan atas prilaku yang sedang di tampilkan orang lain. Ini berarti setiap individu pada dasarnya adalah seorang ilmuan semu yang berusaha mencari sebab kenapa seseorang berbuat dengan cara tertentu.

D. TEORI PENELITIAN SOSIAL
Teori penilaian sosial adalah suatu teori yang memusatkan bagaimana kita membuat penilaian tentang opini atau pendapat yang kita dengar dengan melibatkan ego dalam pendapat tersebut. Teori ini dikemukakan oleh Sherif dan Hovland (1961)mencoba menggabungkan sudut pandangan psikologi, sosiologi dan antropologi.mereka mengatakan bahwa dalil yan mendasar dari teorinya ini adalah yang membentuk situasi yang penting buat dirinya. Jadi ia tidak ditentukan oleh factor intern (sikap, situasi dan motif) maupun ekstern (obyek, orang-orang dan lingkungan fisik). Interaksi dan faktor intern dan ekstern inilah yang menjadi kerangka acuan dari setiap perilaku. Pasokan-pasokan inilah yang dianalisis oleh Sherif dalam teorinya dan dicari sejah mana pengaruhnya terhadap penilaian sosial dilakukan oleh individu.


BAB III
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dan individu, antara individu dengan kelompok atau antara kelompok dengan kelompok dalam berbagai bentuk seperti kerjasama, persaingan ataupun pertikaian.
a) Interaksi antara individu dengan individu
Adalah individu yang satu memberikan pengaruh, rangsangan/stimulus kepada individu lainnya dan sebaliknya, individu yang terkena pengaruh itu akan memberikan reaksi, tanggapan atau respon.
b) Interaksi antara individu dengan kelompok
Secara konkret bentuk interaksi sosial antara individu dengan kelompok bisa digambarkan seperti seorang guru yang sedang berhadapan dan mengajari siswa-siswinya didalam kelas/seorang penceramah yang sedang berpidato didepan orang banyak. Bentuk interaksi semacam ini juga menunjukkan bahwa kepentingan seseorang individu berhadapan/bisa ada saling keterkaitan dengan kepentingan kelompok.

e) Interaksi antar kelompok dengan kelompok
Bentuk interaksi antara kelompok dengan kelompok saling berhadapan dalam kepentingan, namun bisa juga ada kepentingan individu disitu dan kepentingan dalam kelompok merupakan satu kesatuan, berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain.

B. CIRI-CIRI INTERAKSI SOSIAL
Sistem sosial dalam masyarakat akan membentuk suatu pola hubungan sosial yang relatif baku/tetap, apabila interaksi sosial yang terjadi berulang-ulang dalam kurun waktu relatif lama dan diantara para pelaku yang relatif sama. Pola seperti ini dapat dijumpai dalam bentuk sistem nilai dan norma. Sejarah pola yang melandasi interaksi sosial adalah tujuan yang jelas, kebutuhan yang jelas dan bermanfaat, adanya kesesuaian dan berhasil guna, adanya kesesuaian dengan kaidah sosial yang berlaku dan dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial itu memiliki karakteristik sebagai berikut :
Ada pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang.
Interaksi sosial selalu menyangkut komunikasi diantara dua pihak yaitu pengirim (sender) dan penerima (receiver).
Interaksi sosial merupakan suatu usaha untuk menciptakan pengertian diantara pengirim dan penerima.
Ada tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut. Interaksi sosial menekankan juga pada tujuan mengubah tingkah laku orang lain yang meliputi perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan dari penerima.
Arah Komunikasi dalam Interaksi Sosial Menurut Gibson (1996) desain organisasi harus memungkinkan terjadinya komunikasi 4 arah yang berbeda :
a) Komunikasi ke bawah (down ward communication) adalah komunikasi yang mengalir dari tingkat atas ke tingkat bawah dalam sebuah organisasi seperti kebijakan pimpinan, instansi/memoresmi.
b) Komunikasi keatas (up ward communication) adalah komunikasi yang mengalir dari tingkat bawah ke tingkat atas sebuah organisasi seperti kotak saran, pertemuan kelompok dan prosedur keluhan.
c) Komunikasi horizontal (horizontal communication) adalah komunikasi yang mengalir melintasi berbagai fungsi dalam organisasi.
d) Komunikasi diagonal (diagonal communication) adalah komunikasi yang bersifat melintasi fungsi dan tingkatan dalam organisasi.

C. FAKTOR-FAKTOR PENDORONG INTERAKSI SOSIAL

1) Faktor Internal
a) Dorongan untuk meneruskan/mengembangkan keturunan. Secara naluriah, manusia mempunyai dorongan nafsu birahi untuk saling tertarik dengan lawan jenis. Dorongan ini bersifat kodrati artinya tidak usah dipelajaripun seseorang akan mengerti sendiri dan secara sendirinya pula orang akan berpasang-pasangan untuk meneruskan keturunannya agar tidak mengalami kepunahan.
b) Dorongan untuk memenuhi kebutuhan Dorongan untuk memenuhi kebutuhan manusia memerlukan keberadaan orang lain yang akan saling memerlukan, saling tergantung untuk saling melengkapi kebutuhan hidup.
c) Dorongan untuk mempertahankan hidup Dorongan untuk mempertahankan hidup ini terutama dalam menghadapi ancaman dari luar seperti ancaman dari kelompok atau suku bangsa lain, ataupun dari serangan binatang buas.
d) Dorongan untuk berkomunikasi dengan sesama Secara naluriah, manusia memerlukan keberadaan orang lain dalam rangka saling berkomunikasi untuk mengungkapkan keinginan yang ada dalam hati masing-masing dan secara psikologis manusia akan merasa nyaman dan tentram bila hidup bersama-sama dan berkomunikasi dengan orang lain dalam satu lingkungan sosial budaya.

2) Faktor Eksternal
a) Imitasi
Imitasi dapat diartikan sebagai suatu perbuatan atau tindakan seseorang untuk meniru sesuatu yang ada pada orang lain.
b) Identifikasi
Merupakan kecenderungan/keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain.
c) Sugesti
Merupakan cara pemberian suatu pandangan/pengaruh oleh seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu sehingga seseorang tersebut mengikuti pandangan atau pengaruh yang diberikan tanpa berpikir panjang.
d) Simpati
Merupakan sikap keterkaitan terhadap orang lain. Sikap ini timbul karena adanya kesesuaian antara nilai yang dianut oleh kedua belah pihak.
e) Empati
Merupakan proses sosial yang hampir sama dengan simpati, hanya perbedaannya adalah bahwa empati lebih melibatkan emosi atau lebih menjiawai dalam diri seoang yang lebih daripada simpati.
f) Motivasi
Adalah suatu dorongan atau rangsangan yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan yang dimotivasikan kepadanya.

D. SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
Syarat terjadinya interaksi sosial yang pokok ada 3 yaitu :
1) Kontak Sosial
Merupakan awal dari terjadinya interaksi sosial dan masing-masing pihak saling berinteraksi meskipun tidak saling bersentuhan secara fisik. Jadi kontak tidak harus selalu berkomunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari dikenal beberapa macam kontak sosial yaitu :
a) Menurut cara yang dilakukan
Kontak langsung dan kontak tidak langsung.
b) Menurut proses terjadinya/tingkat hubungannya
Kontak primer dan kontak sekunder.
c) Menurut sifat
Kontak positif dan kontak negatif.

2) Komunikasi
Merupakan pengiriman pesan dan penerimaan pesan dengan maksud untuk dapat dipahami. Proses komunikasi terjadi pada saat kontak sosial berlangsung.
Tindakan Sosial
Adalah tindakan yang mempengaruhi individu yang mempengaruhi individu lain dalam masyarakat dan merupakan tindakan bermakna yaitu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan keberadaan orang lain. Berdasarkan cara dan tujuan yang akan dilakukan, maka tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4, yaitu :
a) Tindakan rasional instrumental
Adalah tindakan sosial yang dilakukan oleh seorang dengan memperhitungkan kesesuaian cara yang digunakan lalu tujuan apa yang hendak dicapai dalam tindakan itu.
b) Tindakan rasional berorientasi nilai
Merupakan tindakan yang begitu memperhitungkan cara.
c) Tindakan tradisional
Merupakan tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan rasional. Tindakan ini dilaksanakan karena pertimbangan adat dan kebiasaan.
d) Tindakane efektif
Tindakan efektif seringkali dilakukan tanpa suatu perencanaan matang dan kesadaran penuh. Tindakan ini muncul karena dorongan perasaan atau emosi dalam diri pelaku.

E. ATURAN DALAM INTERAKSI SOSIAL
Dalam kajian sosiologis, ada beberapa aturan mengenai interaksi sosial yang berbeda dengan kelima faktor di atas. David A. Karp dan William C. Yoels menyebutkan tiga jenis aturan dalam interaksi sosial sebagai berikut.
a) Aturan Ruang
Karp dan Yoels mendasarkan teorinya pada karya Edward T. Hall mengenai konsep jarak sosial atau proxemics. Menurut Hall, orang cenderung menggunakan empat macam jarak dalam interaksi sosial, yaitu jarak intim ( intimate distance ), jarak pribadi (personal distance ), jarak sosial (social distance), dan jarak publik ( public distance).

Ø  Pada jarak intim ( sekitar 0-45 cm ), terjadi keterlibatan intensif pancaindera dengan tubuh orang lain. Contoh jarak intim adalah pada dua orang yang berolahraga sumo dan gulat. Apabila seseorang terpaksa berada dalam jarak intim, seperti di dalam bus atau kereta yang penuh sesak, ia akan berusaha untuk menghindari kontak tubuh dan kontak pandangan mata dengan orang sekitarnya.
Ø  Jarak pribadi ( sekitar 45 cm-1,22 m ) cenderung dijumpai dalam interaksi antara orang yang berhubungan dekat, seperti pada ibu dan anak.
Ø  Pada jarak sosial ( sekitar 1,22 m-3,66 m ), orang yang berinteraksi dapat berbicara secara wajar dan tidak saling menyentuh. Contohnya, pertemuan santai ( dengan teman, guru, dan sebagainya ). Interaksi di dalam rapat formal juga termasuk ke dalam jarak ini.
Ø  Jarak publik ( di atas 3,66 m ) umumnya dilakukan oleh orang-orang yang harus tampil di depan umum, seperti politisi dan aktor.  Semakin jauh jarak, semakin keras pula suara yang harus dikeluarkan.
Pembagian jarak yang dikemukakan oleh Edward T. Hall tidak berlaku secara universal. Dalam bukunya The Silent Language, Hall melakukan pengamatan terhadap beberapa warga masyarakat , seperti Jerman, Inggris, Prancis, Jepang, dan Timur Tengah. Dari pengamatan itu, Hall menyimpulkan bahwa aturan jarak tersebut tidak dapat disamakan untuk setiap masyarakat. Misalnya, masyarakat Amerika Selatan dapat berbicara dan berinteraksi dalam jarak yang bagi masyarakat lainnya termasuk jarak intim.

b) Aturan Waktu

Waktu juga dapat mengatur interaksi. Misalnya, pada masyarakat yang kurang disiplin sering dijumpai ketiadaan orientasi waktu atau dikenal dengan istilah “ jam karet “. Keterlambatan kedatangan bus, pesawat, atau kereta menjadi hal biasa.Tapi jika kondisi ini terjadi di negara maju, banyak aktivitas orang akan terganggu.Contoh lain, dalam masyarakat Indonesia, seorang pembicara datang terlambat ke sebuah seminar bukanlah hal yang perlu dibesar-besarkan. Sebaliknya, bagi masyarakat Inggris, pembicara yang terlambat itu akan dianggap tidak bertanggung jawab dan menghina majelis seminar.

c) Aturan Gerak Tubuh

Komunikasi nonverbal ( tanpa menggunakan bahasa lisan dan tulisan ) merupakan bentuk komunikasi pertama bagi manusia. Komunikasi nonverbal ini terkadang digunakan seseorang untuk menyampaikan pesan kepada orang lain.
Contoh gerak tubuh adalah memicingkan mata, menjulurkan lidah, mengangkat bahu, menganggukkan kepala, mengerutkan dahi, mengangkat ibu jari, dan membungkukkan badan. Namun demikian, makna komunikasi berupa gerak tubuh dapat memiliki makna yang berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Oleh karena itu, komunikasi nonverbal hanya efektif dilakukan dalam interaksi antaraanggota masyarakat yang memiliki pemaknaan yang sama.
Edward T. Hall dan Mildred Reed Hall menyatakan bahwa komunikasi nonverbal atau bahasa tubuh merupakan bentuk komunikasi yang pertama kali dipelajari oleh manusia sebelum adanya bahasa lisan.Komunikasi jenis ini, secara sadar ataupun tidak sadar, dipergunakan untuk menyampaikan perasaan kita kepada orang lain. Menurut Karp dan Yoels, studi sosiologis terhadap gerakan tubuh dan isyarat tangan dinamakan kinesics.

F. SUMBER INFORMASI YANG MENDASARI INTERAKSI
Selain membahas aturan-aturan dalam interaksi sosial, Krap dan Yoels juga membahs sumber-sumber informasi yang mendasari interaksi seseorang dengan orang lain. Goffman menyatakan bahwa seseorang akan berusaha mencari informasi tentang orang lain yang ditemuinya agar dapat mendefinisikan situasi. Karp dan Yoels pun menyatakan apabila seseorang baru berjumpa dengan orang lain yang belum dikenal, ia akan berusaha mencari informasi tentang orang itu. Karp dan Yoels berpendapat bahwa ada 7 sumber informasi dalam interaksi. Antara lain sebgai berikut.
a) Warna Kulit
Ciri seseorang yang dibawa sejak lahir, seperti jenis kelamin dan ras, sangat menentukan interaksi terutama pada masyarakat yang diskriminatif. Contohnya, di Afrika Selatan pada era apartheid, orang kulit putih tidak mau berinteraksi dengan orang kulit hitam. Orang-orang kulit putih menganggap orang kulit hitam cenderung berperilaku kriminal, namun sejalan berkembangnya demokrasi faham ini semakin menghilang.
b) Usia
Cara seseorang berinteraksi dengan orang yang lebih tua seringkali berbeda dengan orang yang sebaya, begitu juga dengan orang yang lebih muda.
c) Jenis Kelamin
Jenis kelamin juga bisa mempengaruhi interaksi seseorang terhadap orang lain. Contohnya, laki-laki cenderung menghindari sekelompok perempuan yang tengah membicarakan kosmetik atau model sepatu terbaru. Sebaliknya, perempuan pun cenderung menghindari percakapan laki-laki tentang sepak bola atau otomotif.
d) Penampilan Fisik
Selain warna kulit, usia, dan jenis kelamin, penampilan fisik juga menjadi sumber informasi dalam interaksi sosial. Umumnya, pertama kali yang dilihat dalam interaksi adalah penampilan fisik seseorang.Ada beberapa penelitian yang memperlihatkan bahwa orang yang berpenampilan menarik cenderung lebih mudah mendapatkan pasangan daripada orang yang berpenampilan kurang menarik.Penampilan fisik seseorang dapat dikembangkan ke arah sikap dari perilaku yang lebih menarik.
e) Bentuk Tubuh
Menurut penelitian Wells dan Siegal, orang cenderung berpendapat bahwa ada kaitan antara bentuk tubuh dengan sifat seseorang. Orang yang memiliki tubuh endomorph ( bulat, gemuk ) dianggap memiliki sifat tenang, santai, dan dan pemaaf. Orang yang memiliki tubuh mesomorph ( atletis, berotot ) dianggap memiliki sifat dominan, percaya diri , dan aktif. Sementara orang yang bertubuh ectomorph( tinggi, kurus ) dianggap bersifat tegang dan pemalu.
f) Pakaian
Sumber informasi jug dapat diperoleh dari pakaian seseorang. Seringkali seseorang yang berpakaian ekskutif muda lebih dihormati dibandingkan dengan orang yang berpakaian sederhana.



BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN

Berdasarkan tahap-tahap yang kami tempuh melalui pembahasan dan penjelasan yang bertujuan untuk mengembangkan, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut.

  1. Pentingnya sebuah sosialisasi dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan komunikasi yang baik dan benar.
  2. Komunikasi dapat membuat kesejahteraan hidup bagi setiap individu.
  3. Interaksi sosial yang baik dan benar dapat mempererat tali persaudaraan antar umat beragama.
  4. Interaksi sosial antar individu sangat dibutuhkan dalam menjalin sebuah hubungan seperti dalam menjalin hubungan kekeluargaan

DAFTAR PUSTAKA

Maryati ,Kun dan Suryawati, Juju. Sosiologi Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : PT.ERLANGGA
Dewi Puspita. 2015. MAHALAH interaksi social. https://documents.tips/documents/makalah-interaksi-sosial-559e03029f289.html, 25 November 2016
Rohedi Waluyo. 2013. Makalah tentang interaksi social. http://diyo-experience.blogspot.com/2013/12/makalah-tentang-interaksi-sosial.html, 25 November 2016
Danty. 2013. Makalah interaksi social. http://interaksisosial25.blogspot.com/2013/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html, 25 November 2016
Faddila Rahma. 2012. Teori-teori interaksi social. http://faddilarahma.blogspot.com/2012/11/teori-teori-interaksi-sosial.html, 25 November 2016


Follow Blogger Kami. Masukan Email Untuk Berlangganan:

0 Response to "Dasar-Dasar ilmu sosial Makalah Interaksi Sosial FISIP"

Posting Komentar